KALIBARU – Semangat silaturahmi mewarnai agenda Safari Ramadhan 1447H Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Kecamatan Kalibaru pada Rabu (25/02). Tidak sekadar berbuka puasa bersama, Bupati Ipuk memanfaatkan momen ini untuk melakukan aksi nyata mulai dari meninjau infrastruktur jalan hingga memastikan anak putus sekolah kembali mendapatkan hak pendidikan.
Mengawali kegiatannya sejak pukul 14.00 WIB, Bupati Ipuk langsung terjun ke lapangan untuk meninjau perbaikan infrastruktur jalan yang rusak di Desa Kalibaru Wetan. Langkah ini diambil guna memastikan konektivitas antarwilayah di ujung barat Banyuwangi tersebut tetap terjaga demi kelancaran ekonomi warga.
Tak hanya soal fisik, sisi kemanusiaan menjadi prioritas utama. Bupati mengunjungi kediaman Desta Catur Artika untuk memantau langsung kondisi anak tidak sekolah (ATS). Ia juga menyempatkan diri menyapa lansia dan anak difabel di kediaman Ibu Fatimah guna memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran.
Menjelang waktu berbuka, suasana semakin meriah saat Bupati meninjau Pasar Takjil Kalibaru. Kehadirannya menjadi dukungan moral bagi para pelaku UMKM lokal yang mengais rejeki di bulan suci.
Selain itu, program Layanan Jemput Bola juga hadir di lokasi untuk memudahkan warga Desa Kalibaru Wetan mengurus berbagai administrasi kependudukan dan perizinan tanpa harus menempuh jarak jauh ke pusat kota.
Puncak kegiatan ditutup dengan silaturahmi hangat di Masjid Besar Ar-Raudloh. Acara ini dihadiri oleh sekitar 500 jamaah serta jajaran tokoh lintas sektor, mulai dari Forkopimka, tokoh agama (MUI, MWCNU, Muhammadiyah), hingga para pengasuh pondok pesantren di wilayah Kalibaru.
”Safari Ramadhan ini bukan sekadar seremonial, tapi menjadi ruang bagi kami untuk mendengar langsung suara masyarakat dan memastikan program pemerintah berjalan di garda terdepan desa,” ujar salah satu perwakilan instansi yang hadir.
Acara yang berjalan dengan tertib, aman, dan lancar ini ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama, memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan (TNI-Polri), tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat.
